Terima Kasih Cinta
Juni 22, 2009
mo2_4amore
Mungkin hanya itu yang dapat kukatakan kepada dirinya. Seseorang yang sangat tulus mencintaiku. Dengan kesabarannya menyayangiku. Tapi kini ia telah pergi. Entah untuk berapa lama. Dan mungkin saja ia takkan pernah lagi kembali bersamaku. Ini kenyataan yang harus aku hadapi atas semua kebodohan yang aku lakukan padanya. Keegoisan, kekeraskepalaan dan sifat kekanakan ku sudah membuatnya berfikir untuk menyerah. Kupikir, aku takkan lagi punya kesempatan untuk memperbaiki semua ini. Aku menerima semua ini dengan ikhlas.
Kupikir, suatu hubungan persaudaraan yang terjalin tidak dapat dimusnahkan selamanya. Hubungan seperti ini seharunya akan tetap bertahan lebih kuat dibandingkan hubungan suami-istri. Apapun aku, apapun dia, kami seharusnya dapat menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing, jauh lebih kuat dibandingkan hubungan lainnya. Tapi ternyata, dia tidak bisa bertahan.
Dan sekarang, di dalama kesendirian ku saat ini, aku tak dapat lagi berfikir apa yang akan ku lakukan tanpa kehadirannya disisi ku. Mungkin aku akan kuat, tapi jiwa ku mungkin akan sangat terluka. Aku akan sangat trauma untuk memulai sesuatu lagi. Berfikir untukĀ menyayangi seseorang lagi. Aku sangat takut akan membuat orang lain terluka, sama seperti yang ku lakukan padanya. Aku benar-benar tak ingin lagi punya hubungan apapun !! Aku sudah menyerah. Mungkin aku memang tidak bisa untuk tidak menyakiti seseorang. Mungkin itulah Takdir yang dirancang Tuhan untukku. Dan kini, aku ikhlas menerima takdir itu dengan seluruh kesadaran ku.
Pekanbaru, 22 Juni 2009
Untuk dia yang ku cintai
Entry Filed under: 1
Tinggalkan Balasan
Subscribe to comments via RSS Feed